Memahami Kreteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Web Resmi SMA Negeri 1 Banyuwangi (PRABANGKARA MANDALA ADHITAMA)

Created with Sketch.

Memahami Kreteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran adalah standar yang digunakan untuk menentukan apakah seorang siswa telah mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Ini dapat didefinisikan sebagai tingkat prestasi yang harus dicapai oleh siswa untuk dapat dikatakan telah menguasai materi yang diajarkan. Kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran bertujuan untuk menyediakan ukuran objektif bagi siswa dan guru untuk menentukan tingkat penguasaan siswa terhadap materi yang diajarkan. Ini juga membantu guru untuk mengevaluasi efektivitas proses pembelajaran dan membuat perubahan yang diperlukan untuk memastikan bahwa semua siswa mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan.

Kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran dapat dalam bentuk skor minimum yang harus dicapai oleh siswa pada tes atau ujian, atau dapat juga dalam bentuk pencapaian keterampilan tertentu seperti mempresentasikan sebuah proyek atau memecahkan masalah. Kriteria ini juga dapat mencakup tingkat partisipasi dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Dalam beberapa kasus, kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran dapat juga dalam bentuk portofolio atau kumpulan pekerjaan siswa yang memperlihatkan perkembangan dan prestasi mereka selama periode waktu tertentu.

Kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran sangat penting karena membantu siswa untuk memahami apa yang harus dicapai dan memotivasi mereka untuk bekerja keras untuk mencapainya. Ini juga membantu guru untuk mengevaluasi efektivitas proses pembelajaran dan memastikan bahwa semua siswa menerima bimbingan dan dukungan yang diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Langkah-langkah untuk menyusun kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran:

  1. Tentukan tujuan pembelajaran: Pertama-tama, tentukan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai oleh siswa. Tujuan pembelajaran harus spesifik, terukur, dan realistis.
  2. Identifikasi kompetensi yang diharapkan: Identifikasi kompetensi yang harus dicapai oleh siswa sebagai bagian dari proses pembelajaran. Kompetensi ini harus berkaitan dengan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.
  3. Tentukan kriteria ketuntasan: Berdasarkan kompetensi yang diharapkan, tentukan kriteria ketuntasan yang akan digunakan untuk menentukan apakah siswa telah mencapai tujuan pembelajaran. Kriteria ketuntasan harus spesifik, terukur, dan realistis.
  4. Tentukan skala penilaian: Tentukan skala penilaian yang akan digunakan untuk menilai kinerja siswa. Skala penilaian ini harus berkaitan dengan kriteria ketuntasan yang telah ditentukan.
  5. Uji kriteria ketuntasan: Uji kriteria ketuntasan dengan melibatkan siswa dan guru untuk memastikan bahwa kriteria tersebut jelas dan mudah dipahami. Pastikan bahwa kriteria ketuntasan memadai untuk menilai kemajuan siswa.
  6. Revisi kriteria ketuntasan: Revisi kriteria ketuntasan jika diperlukan setelah melalui proses uji coba dan evaluasi. Pastikan bahwa kriteria ketuntasan tetap relevan dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditentukan.

Kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran harus diterapkan dengan konsisten dan adil kepada semua siswa. Ini membantu untuk memastikan bahwa semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai tujuan pembelajaran dan memperoleh nilai yang adil dan akurat.Regenerate response

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *